Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Makassar Pimpin Apel Pagi, Tegaskan Pentingnya Integritas dan Transparansi

MAKASSAR (26/10/2026) – Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Makassar menyelenggarakan kegiatan Apel Pagi bertempat di halaman kantor PTTUN Makassar. Kegiatan ini dihadiri oleh para Hakim Tinggi, aparatur, Tenaga Alih Daya (TAD) PTTUN Makassar, serta mahasiswa/i Praktik Pengenalan Lapangan (PPL) dari UIN Alauddin Makassar.
Apel pagi dipimpin oleh Ketua PTTUN Makassar, Bapak Simbar Kristianto, S.H. Dalam arahannya, Ketua PTTUN Makassar mengajak seluruh aparatur untuk mempertahankan berbagai prestasi yang telah dicapai, khususnya terkait hasil survei pelayanan yang memperoleh nilai sangat baik dan mendekati kesempurnaan.
Ketua PTTUN Makassar menekankan bahwa integritas dan transparansi merupakan fondasi utama dalam menjalankan tugas peradilan maupun dalam setiap sektor kehidupan. Ketua PTTUN Makassar menegaskan bahwa tanpa integritas, kepercayaan publik akan hilang dan berganti menjadi kecurigaan. Dalam konteks peradilan, adanya pihak berperkara yang masih menanyakan keberadaan atau identitas Hakim dan Panitera Pengganti menandakan masih adanya ruang kecurigaan yang harus dihabisi dengan konsistensi menjaga integritas, kejujuran, dan kepercayaan publik.
Selain itu, disampaikan kepada bagian kesekretariatan terkait pengelolaan anggaran (DIPA). Seluruh pengelola anggaran diimbau untuk menjalankan tugas secara akuntabel dan tidak menjadikan DIPA sebagai sarana menambah penghasilan pribadi. Ketua PTTUN Makassar menegaskan bahwa gaji dan tunjangan yang diterima saat ini sudah mencukupi, sehingga tidak ada alasan untuk mencari penghasilan yang tidak halal. Apabila ditemukan adanya penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang yang merugikan instansi, Ketua PTTUN Makassar tidak akan ragu untuk berkoordinasi dengan pimpinan Mahkamah Agung guna mengambil tindakan tegas berupa pemberhentian.
Mengakhiri amanatnya, Ketua PTTUN Makassar berpesan agar seluruh aparatur senantiasa menjaga kesehatan dengan tidak menganggap remeh kondisi tubuh. Menjaga kesehatan dipandang jauh lebih murah dan mudah melalui pola makan sehat dibandingkan dengan biaya pengobatan saat sudah jatuh sakit.
Seluruh rangkaian acara apel pagi berlangsung secara tertib, lancar, dan khidmat.
